Mahasiswa KKN FAUD UIN Madura Posko 5 Desa Durbuk Ikut Sukseskan Program Nasional Penanaman Jagung Serentak
- Diposting Oleh ADMIN FAUD
- Rabu, 9 Juli 2025
- Dilihat 37 Kali
Pamekasan, 9 Juli 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 5 Desa Durbuk Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Madura 2025 turut ambil bagian dalam kegiatan nasional Penanaman Jagung Serentak Kuartal III serta penanaman jagung di kawasan perhutanan sosial. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pertanian serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Rabu (9/7/2025).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam upaya mendorong ketahanan pangan nasional dan pengelolaan hutan lestari berbasis masyarakat, sebagaimana yang menjadi komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pelaksanaan program ini dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Desa Durbuk, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan—lokasi pengabdian mahasiswa KKN UIN Madura Posko 5.
Mahasiswa secara aktif terlibat dalam proses penanaman jagung bersama petani dan kelompok masyarakat pengelola lahan perhutanan sosial. Partisipasi ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan.
“Keterlibatan kami dalam kegiatan ini bukan hanya sekadar penanaman, tetapi juga bagian dari pembelajaran langsung tentang pentingnya kedaulatan pangan dan sinergi antara generasi muda dan masyarakat dalam pembangunan pertanian berkelanjutan,” ungkap Moh. Fatih Ar Rozak, Koordinator Posko 5 KKN UIN Madura di Desa Durbuk.
Lahan yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari kawasan perhutanan sosial yang dikelola pemerintah desa, mendukung visi pemerintah dalam menciptakan sistem pertahanan pangan berbasis komunitas lokal.
Menteri Pertanian RI, Dr. Amran Sulaiman, dalam sambutannya melalui Zoom Meeting menekankan pentingnya kolaborasi antar-lembaga serta peran strategis mahasiswa dalam mendukung keberhasilan program nasional. “Mahasiswa merupakan agen perubahan yang dapat mengedukasi dan membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan pertanian yang adaptif terhadap tantangan zaman,” tegasnya.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan kontribusi riil terhadap masyarakat desa, tetapi juga memperkaya pengalaman dan pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu strategis di bidang agraria, sosial, serta keberlanjutan lingkungan hidup dalam konteks nasional. (dlt/mfr/dkn