Alamat

Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

faud@iainmadura.ac.id

Kuatkan Moderasi Beragama, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Gelar Seminar Nasional

  • Diposting Oleh ADMIN FAUD
  • Senin, 20 Maret 2023
  • Bagikan ke

Ancaman politisasi agama jelang kontestasi politik 2024 mendatang mendapatkan perhatian serius Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FAUD) IAIN Madura. Sebagai bentuk mitigasi ancaman tersebut, FAUD IAIN Madura menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk "Pengarusutamaan Moderasi Beragama dan Mitigasi Komunikasi dalam Menangkal Politisasi Agama Jelang Pemilu 2024", Senin (20/03/2023).

Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium IAIN Madura ini digagas FAUD IAIN Madura dengan menghadirikan narasumber dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Dr. Abdur Razaki, M.Si, dan Komisioner KPID Jawa Timur, Rayin Fauziana, M.Si, Rektor IAIN Madura, Dr.H. Saiful Hadi, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema ini menarik diusung mengingat kehangatan jelang pemilu 2024 sudah mulai terasa, dan FAUD telah mengawali untuk melakukan antisipasi ini. Ia juga menegaskan bahwa agama harus ditempatkan pada tempat yang terhormat. “Tempatkan agama di tempat terhormat, hindari politisasi agama yang kerap terjadi di setiap ajang kontestasi politik,” ujar mantan Kepala LPM ini. Rektor menyambut baik kegiatan seminar ini yang diselenggarakan FAUD IAIN Madura yang menurut beliau sebentar lagi akan membuka Program Studi Pemikiran Politik Islam.

Secara terpisah, Dekan FAUD IAIN Madura, Ah. Fawaid, mengatakan bahwa  pengarusutamaan moderasi beragama ini mutlak diperlukan guna mitigasi komunikasi jelang pemilu 2024. Media sosial dengan segala dampaknya, tegas Fawaid, turut ambil bagian dalam karut-marut politik di negeri ini. “Coba kita lacak kembali dinamika medsos dan dampaknya dalam dinamika politik 2019 lalu dengan penyebaran berita hoaks yang tidak terkendali itu,” tegas alumnus IAIN Syarif Hidayatullah ini.

"Pengarusutamaan Moderasi Beragama dan mitigasi komunikasi jelang pemilu 2024 ini perlu terus didorong sebagai penguatan diri kita sebagai dosen, sebagai mahasiswa untuk melawan hal negatif dari politisasi agama yang digerakkan oleh para pemangku kepentingan, " ujar Fawaid [zhd/maf]